Senin, 14 Oktober 2019

Tradisi Sisetan atau Paningsetan sebelum pernikahan



Tradisi sebelum acara pernikahan
Hasil gambar untuk foto peningsetan
Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi dalam hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.
Upacara lamaran:
·       Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria.
·       Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain: Jadah, wajik, rengginang dan sebagainya.
·       Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa).
·      Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawaradalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.




Peningsetan
Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat.
Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.Menurut tradisi peningset terdiri dari:
·       Kain batik
·       bahan kebaya
·       semekan
·       perhiasan emas
·       uang yang lazim disebut tukon (imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya
·       jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri
·        satu jodoh ayam hidup.

Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur .
Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.
Susunan acara yang biasa dilakukan ketika acara lamaran berlangsung :
·         Diawali dengan kedatangan rombongan keluarga pria ke rumah wanita.
·         Pembukaan acara oleh MC atau pembawa acara.
·         Mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga pria yang biasanya diwakilkan oleh utusan yang sudah ditunjuk.
·         Kemudian dari pihak keluarga wanita akan memberikan sambutan penerimaan sebagai tanda bahwa pihak keluarga menyambut baik rencana lamaran dari pihak pria.
·         Penyerahan secara simbolis hantaran lamaran dari ibu sangan pria kepada ibu sang wanita. Setelah tiu, sebagai tanda betapa besar cinta kasih keluarga sang wanita kepada pria maka diserahkan pula tanda cinta kasih balasan yang bisa berupa seperangkat pakaian pria atau jenis lain yang sudah disepakati sebelumnya.


·         Apabila akan diadakan acara pemasangan cincin maka ibu sang pria akan memasangkan cincin kepada wanita dan sebaliknya, dari ibu sang wanita kepada pria. Namun, acara ini juga dapat ditiadakan apabila anda menginginkan pemasangan  cincin akan langsung dilakukan pada waktu acara akad nikah. Semua bergantung dari pembicaraan internal antara keluarga anda dan keluarga calon pasangan anda.
·         Perkenaan keluarga masing-masing, yang biasanya diawali oleh keluarga pihak pria baru kemudian keluarga pihak wanita.
·         Penutupan ole MC atau pembawa acara yang diteruskan dengan doa bersama, bertujuan agar segala sesuatu yan g telah anda berdua rencanakan dapat berjalan dengan lancar.
·         Acara ramah-tamah yang biasanya diisi dengan makan bersama yang sebelumnya telah disiapkan.


NAMA                  : EVA NUR ASYIROH
NIM                      : 1888201044
MATA KULIAH   : SASTRA DAERAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar